Kekecewaan yang terus berlarut bahkan mulai memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi. Sejumlah warga mengaku mempertimbangkan untuk tidak lagi berpartisipasi dalam pemilihan jika kondisi ini terus diabaikan. Bagi mereka, janji tanpa bukti hanya akan memperpanjang penantian yang tak pasti.
Meski demikian, harapan belum sepenuhnya padam. Warga Dusun Nekto masih menaruh asa agar tahun ini menjadi titik balik—sebuah awal di mana suara mereka benar-benar didengar, dan langkah pembangunan akhirnya menyentuh tanah yang selama ini terabaikan.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Di tengah sunyi dan keterbatasan, mereka tidak meminta lebih—hanya ingin diperhatikan, didengar, dan diperlakukan setara sebagai bagian dari bangsa yang sama.














