Menurutnya, program literasi tidak hanya diarahkan agar siswa gemar membaca, tetapi juga mampu menuangkan ide, pengalaman, dan kreativitas mereka dalam bentuk tulisan yang dapat menghasilkan sebuah karya.
“Buku ini merupakan salah satu hasil dari program literasi yang ada di sekolah. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi mereka juga kita dorong untuk menulis dan menghasilkan karya,” ujar Yulius
Ia mengatakan, penyerahan buku kepada sekolah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri karena karya tersebut merupakan hasil kreativitas siswa-siswi kelas X angkatan 2025/2026.
Lebih lanjut, Yulius menjelaskan bahwa karya buku tersebut juga menjadi bagian dari implementasi One School One Product di SMA Negeri Biudukfoho. Melalui program tersebut, sekolah berupaya menggali potensi yang dimiliki siswa maupun lingkungan sekolah untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai edukatif dan dapat menjadi identitas sekolah.
“Ini juga merupakan implementasi dari One School One Product. Kami ingin agar sekolah tidak hanya melaksanakan proses belajar mengajar, tetapi juga mampu menghasilkan produk dari kreativitas siswa,” jelasnya.














