Example floating
Example floating
Berita

DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS

Avatar photo
×

DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS
Potret Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PHPT) PMKRI Salatiga (Dax Nindana)

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

 

“Publik melihat adanya kontradiksi yang cukup tajam. Di satu sisi rupiah disebut sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga, tetapi di sisi lain pelemahan rupiah dianggap tidak terlalu berdampak karena masyarakat desa tidak menggunakan dolar,” ujar Dax.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

 

Baca Juga :  Barber Minggus Railakan di Bakateu Jadi Pilihan Warga, Kristoforus Bota Tetap Setia Pangkas Rambut dengan Tarif Rp15 Ribu per Kepala

Dax menilai pernyataan tersebut berpotensi menyesatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak nilai tukar terhadap kehidupan sehari-hari. Menurutnya, meskipun masyarakat desa tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar, berbagai kebutuhan pokok tetap dipengaruhi oleh nilai tukar karena banyak bahan baku dan komoditas yang bergantung pada impor.

Baca Juga :  Duduk Santai Sambil Merawat: Umat Lingkungan Rareno Bersihkan Area Jalan Salib di Gua Maria Bete Raimanus

 

Ia mencontohkan sektor pertanian yang menggunakan pupuk berbahan baku impor, bahan bakar untuk alat pertanian, hingga kebutuhan konsumsi seperti gandum, kedelai, dan obat-obatan yang memiliki keterkaitan dengan pergerakan dolar AS.

Baca Juga :  Pemkab Belu Gelar Selter JPTP, Pemprov NTT Beri Pendampingan Teknis

 

“Ketika rupiah melemah, biaya produksi meningkat dan pada akhirnya harga barang di tingkat masyarakat ikut terdorong naik. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat desa,” tegasnya.

Example floating