Example floating
Example floating
Berita

Pasangan Lansia di Lamaknen Berjuang Sendiri Hadapi Longsor, Minta Perhatian Pemerintah

Avatar photo
×

Pasangan Lansia di Lamaknen Berjuang Sendiri Hadapi Longsor, Minta Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Pasangan Lansia di Lamaknen Berjuang Sendiri Hadapi Longsor, Minta Perhatian Pemerintah
Potret Kondisi Rumah Yosef mau Lau

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

 

Menurut Yosep, setiap pekerja dibayar sebesar Rp70.000 per hari. Kegiatan pembersihan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

 

“Kami terpaksa menyewa masyarakat untuk menggali tanah longsor. Biayanya Rp70 ribu per orang per hari. Sudah berjalan sekitar tiga bulan. Semua biaya kami tanggung sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Kandang Ayam BUMDes Renrua Terbengkalai, Anselmus Luan: SPJ Belum Rampung, Hak Aparat Desa Sejak Januari Belum Dibayar

 

Demi membiayai pekerjaan tersebut, pasangan lansia itu mengaku terpaksa menjual ternak dan hasil bumi yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga. Bahkan, mereka juga harus meminjam uang dari keluarga dekat untuk menutupi kebutuhan biaya penggalian.

Baca Juga :  Operasi Satgas di Raihat Diduga Brutal, Warga Babak Belur dan Nenek Ditodong Pistol

 

“Kami sudah jual ternak, jual hasil kebun, bahkan pinjam uang dari keluarga karena tidak ada bantuan dari mana pun. Semua kami lakukan agar rumah kami tidak tertimbun longsor,” katanya.

Baca Juga :  Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Sebut Pemkab Belu dan DPRD Alami “Krisis Kemanusiaan” Soal Jalan Rusak

 

Yosep mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada perhatian maupun bantuan dari pemerintah setempat. Menurutnya, kondisi yang dialaminya sudah berlangsung cukup lama, namun belum mendapat respons dari pihak RT, RW, Dusun maupun Pemerintah Desa Makir.

Example floating