Ia menjelaskan, dua unit excavator saat ini telah berada di wilayah Bonle’u dan Oeopenu untuk menangani lokasi yang mengalami hambatan akses cukup parah. Kedua alat berat tersebut difokuskan membersihkan material longsor, meratakan badan jalan, serta membuka jalur yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Sementara satu unit excavator lainnya sedang menuju Nekmese untuk segera melakukan penanganan di lokasi tersebut,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan Desa Lotas, Kecamatan Kokbaun, sebagai salah satu titik prioritas yang akan dikerjakan pada hari Kamis mendatang. Wilayah tersebut membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, dan mobilitas warga dapat kembali berjalan normal.
“Pada hari Kamis nanti excavator juga akan mulai bekerja di Desa Lotas, Kecamatan Kokbaun. Kami ingin memastikan akses masyarakat di wilayah tersebut kembali terbuka dan aman digunakan,” tambahnya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pendataan lapangan terhadap titik-titik kerusakan lainnya, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran. Koordinasi dengan dinas teknis, aparat kecamatan, kepala desa, serta masyarakat setempat juga terus diperkuat agar percepatan pemulihan berjalan maksimal.














