Selain itu, masyarakat juga meminta adanya transparansi terkait anggaran yang digunakan dalam pembangunan penahan tanah tersebut. Mereka ingin mengetahui berapa besar dana yang dialokasikan serta bagaimana proses pengerjaannya.
“Kalau anggarannya besar tapi hasilnya seperti ini, tentu kami sebagai masyarakat berhak bertanya,” kata warga.
Ambruknya penahan tanah ini juga berdampak pada aktivitas warga. Beberapa akses di sekitar lokasi menjadi terganggu, dan warga harus ekstra hati-hati saat melintas. Apalagi jika hujan turun, kondisi tanah menjadi lebih labil dan berpotensi memperparah kerusakan yang ada.
Situasi ini semakin memperkuat desakan warga agar perbaikan segera dilakukan. Mereka tidak ingin kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama karena dapat menimbulkan risiko yang lebih besar.
“Kami minta segera diperbaiki. Jangan tunggu lama-lama. Ini menyangkut keselamatan kami semua,” tegas WM.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor maupun Kepala Desa Alas Kota Biru terkait ambruknya penahan tanah tersebut. Media Reformanews.Com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.














