Example floating
Example floating
Berita

PMKRI Atambua Sorot Dugaan Pungli di Terminal Lolowa: Karcis Rp5 Ribu, Tapi Sopir Dipalak Rp10 Ribu!

Avatar photo
×

PMKRI Atambua Sorot Dugaan Pungli di Terminal Lolowa: Karcis Rp5 Ribu, Tapi Sopir Dipalak Rp10 Ribu!

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
PMKRI Atambua Sorot Dugaan Pungli di Terminal Lolowa: Karcis Rp5 Ribu, Tapi Sopir Dipalak Rp10 Ribu!
PMKRI Atambua Sorot Dugaan Pungli di Terminal Lolowa: Karcis Rp5 Ribu, Tapi Sopir Dipalak Rp10 Ribu!

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

PMKRI Atambua Sorot Dugaan Pungli di Terminal Lolowa: Karcis Rp5 Ribu, Tapi Sopir Dipalak Rp10 Ribu!

BELU, RFC  — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Terminal Tipe B Lolowa, menuai sorotan keras dari kalangan mahasiswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang diduga melakukan pungutan tidak sesuai aturan.

Baca Juga :  Karcis Rp5 Ribu, Dipungut Rp10 Ribu: Dugaan Pungli di Terminal tipe B Lolowa Disorot, Ketua FOSMAB Belu Minta Petugas Dinas Perhubungan NTT Copot oknum tersebut

Dalam wawancara bersama Reformanews.com, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Atambua menilai praktik tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya para sopir bemo yang menggantungkan hidup dari profesi mereka.

Baca Juga :  Pembangunan Tanggul Oanmane Solusi Tepat Atasi Banjir, Kades Apresiasi Pemkab Malaka

Menurutnya, pada karcis resmi terminal telah tercantum bahwa retribusi yang harus dibayar oleh sopir adalah sebesar Rp5.000. Namun di lapangan, para sopir justru diminta membayar hingga Rp10.000 oleh petugas.

Baca Juga :  Baru Dikerjakan, Jalan Sudah Retak: Warga Pertanyakan Kinerja Kadis PUPR Provinsi NTT

“Pada karcis jelas tertulis nominal retribusi sebesar Rp5.000, tetapi di lapangan para sopir diminta membayar Rp10.000. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat, terutama sopir bemo yang bergantung hidup dari profesi mereka,” ungkapnya.

Example floating