Lebih jauh, Marselus juga menegaskan bahwa LMID EK Kefa tidak akan tinggal diam dalam mengawal persoalan ini. Ia memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan advokasi hingga ada kejelasan dan langkah nyata dari pihak berwenang.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Ini bukan hanya soal Raimanuk, tetapi soal bagaimana negara memperlakukan rakyatnya. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, maka kami tidak menutup kemungkinan untuk turun ke jalan sebagai bentuk protes dan tekanan moral,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh pemuda, dan organisasi sipil lainnya untuk bersama-sama mengawal persoalan ini agar tidak tenggelam begitu saja.
“Kami percaya, suara kolektif masyarakat akan lebih kuat. Ini bukan perjuangan satu kelompok, tetapi perjuangan bersama untuk memastikan bahwa hak masyarakat dihargai dan dipenuhi,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Marselus berharap agar pihak kepolisian dan pemerintah daerah dapat menunjukkan sikap responsif dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat.














