Beberapa ide awal yang mulai dibahas di antaranya adalah penguatan materi pembekalan, kegiatan yang bersifat interaktif, serta pendekatan yang lebih humanis kepada peserta. Dengan demikian, MPAB diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Di sisi lain, Krisanti juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Ia menyadari bahwa dalam sebuah tim pasti akan ada perbedaan pendapat, namun hal tersebut harus disikapi secara bijak.
“Perbedaan itu hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyatukan tujuan dan tetap fokus pada kesuksesan kegiatan,” katanya.
Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan MPAB. Baik dari senior, alumni, maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan organisasi.
Krisanti menyebut bahwa keterlibatan semua pihak akan menjadi kekuatan tambahan bagi panitia dalam menjalankan tugasnya.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan dukungan dari siapa saja. Ini bukan hanya kegiatan panitia, tetapi kegiatan kita bersama,” ujarnya.














