“Setiap musim hujan kami selalu dihantui banjir dari kali ini. Air datang tiba-tiba dan langsung merusak sawah kami. Tahun ini paling parah, kami benar-benar terancam gagal panen,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerugian yang dialami petani tidak sedikit, mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil pertanian padi. Biaya yang telah dikeluarkan mulai dari pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, hingga tenaga kerja kini terancam sia-sia.
“Kami sudah keluarkan banyak biaya, tapi sekarang semua rusak. Kalau begini terus, kami tidak tahu harus bertahan bagaimana,” tambahnya dengan nada prihatin.
Selain merusak tanaman, luapan Kali Baukama juga menyebabkan saluran irigasi tersumbat dan tanggul alami di beberapa titik jebol, sehingga memperparah kondisi banjir di area persawahan.
Endapan lumpur yang tebal juga diperkirakan akan menghambat proses tanam berikutnya jika tidak segera dilakukan pembersihan.
Masyarakat setempat berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Belu untuk segera mengambil langkah konkret.














