BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu, Nilai Anggaran Daerah Lebih Banyak Dihabiskan untuk Seremoni
BELU, RFC – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua melontarkan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Belu yang dinilai lebih mengutamakan kegiatan seremonial dibandingkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, melalui pesan WhatsApp kepada media Reformanews.com pada Rabu (24/06/2026), menilai Bupati Belu, Willybrodus Lay, belum mampu membaca kebutuhan prioritas masyarakat di tengah kondisi efisiensi anggaran dan berbagai persoalan yang masih dihadapi warga.
Menurut Melfridus, pemerintah daerah saat ini terkesan lebih fokus pada penyelenggaraan kegiatan-kegiatan seremonial yang ramai dan menarik perhatian publik, namun belum memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bupati Belu seolah lebih sibuk membangun panggung hiburan daripada membangun kesejahteraan rakyat. Anggaran daerah digunakan untuk kegiatan yang ramai di permukaan, tetapi tidak memberikan jawaban atas persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat setiap hari,” ujar Melfridus.














