Ia menyoroti sejumlah kegiatan festival dan agenda seremonial yang digelar pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan festival di kawasan Fulan Fehan, yang menurutnya tidak sejalan dengan kondisi masyarakat yang masih bergulat dengan berbagai persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dibanding mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk kegiatan yang sifatnya seremonial.
“Rakyat tidak bisa makan dari seremoni. Rakyat tidak bisa berobat dengan festival. Rakyat tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan panggung hiburan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kegiatan yang hanya menghasilkan tepuk tangan sesaat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Melfridus menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam penentuan prioritas pembangunan daerah. Ia mengaku prihatin karena di saat pemerintah berbicara mengenai pembangunan, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terselesaikan secara maksimal.














