Example floating
Example floating
Berita

BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu, Nilai Anggaran Daerah Lebih Banyak Dihabiskan untuk Seremoni

Avatar photo
×

BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu, Nilai Anggaran Daerah Lebih Banyak Dihabiskan untuk Seremoni

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu, Nilai Anggaran Daerah Lebih Banyak Dihabiskan untuk Seremoni
Potret Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua dan Bupati Belu ( Wilfridus kali dan Wilibrodus Lai )

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

 

Ia menyoroti sejumlah kegiatan festival dan agenda seremonial yang digelar pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan festival di kawasan Fulan Fehan, yang menurutnya tidak sejalan dengan kondisi masyarakat yang masih bergulat dengan berbagai persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

 

Baca Juga :  Peringatan BMKG Cuaca Tiga Hari Kedepan di NTT: Hujan dan Angin Kencang Mengancam Beberapa Wilayah

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dibanding mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk kegiatan yang sifatnya seremonial.

 

“Rakyat tidak bisa makan dari seremoni. Rakyat tidak bisa berobat dengan festival. Rakyat tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan panggung hiburan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kegiatan yang hanya menghasilkan tepuk tangan sesaat,” tegasnya.

Baca Juga :  PERMAMORA Kefamenanu Kritik DPRD dan Bupati TTU Soal Kerusakan Jalan di Miomaffo Barat

 

Lebih lanjut, Melfridus menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam penentuan prioritas pembangunan daerah. Ia mengaku prihatin karena di saat pemerintah berbicara mengenai pembangunan, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terselesaikan secara maksimal.

Example floating