Pembatasan Wisata Komodo Disorot WALHI NTT: Ancaman Ketimpangan Baru di Balik Dalih Konservasi
Kupang, Reformanews.com — Kebijakan pemerintah membatasi jumlah wisatawan hingga 1.000 orang per hari di kawasan Taman Nasional Komodo diklaim sebagai langkah menjaga kelestarian ekosistem.
Namun, WALHI NTT menilai kebijakan ini tidak dapat dilepaskan dari model pembangunan pariwisata yang sejak awal bermasalah, eksploitatif, serta abai terhadap daya dukung ekologis dan keadilan sosial.
Lonjakan kunjungan wisata yang kini dijadikan dasar pembatasan, menurut WALHI, bukanlah fenomena yang muncul secara tiba-tiba. Kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan negara yang mendorong Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas melalui pembangunan infrastruktur besar-besaran, promosi masif, serta pembukaan ruang investasi yang luas.
Alih-alih mencegah krisis ekologis, negara dinilai justru menciptakan tekanan berlebih terhadap ekosistem, kemudian meresponsnya dengan kebijakan pembatasan yang berpotensi melahirkan bentuk baru ketimpangan.














