Kuasa Hukum, Silivester Nahak, S.H , Minta Polres Belu Telusuri Pemilik Akun Palsu “Lania Nahak” Terkait Kematian Frans Asten
FHC, Misteri kematian almarhum Fransiskus Xaverius Asten, Kepala BPBD Kabupaten Belu, kembali mencuat. Kuasa hukum keluarga korban, Silivester Nahak, SH, mendesak penyidik Polres Belu untuk segera menelusuri identitas pemilik akun media sosial palsu bernama “Lania Nahak”, yang dinilai menyimpan petunjuk penting terkait dugaan pembunuhan korban.
Desakan tersebut disampaikan Silivester Nahak dalam jumpa pers pada Senin (19/1/2026). Ia menegaskan, keberadaan akun Facebook “Lania Nahak” patut dicurigai karena memuat sejumlah unggahan yang seolah-olah mengetahui secara detail kronologi kematian Frans Asten, yang ditemukan meninggal dunia pada November tahun lalu.
“Akun ini tidak sekadar menyebarkan opini. Narasinya seolah-olah mengetahui persis apa yang terjadi. Ini harus ditelusuri secara serius oleh penyidik,” tegas Silivester.
Dalam sejumlah unggahannya, akun tersebut bahkan menyebutkan bahwa almarhum Frans Asten diduga dibunuh di Kantor BPBD Kabupaten Belu karena menolak menandatangani sebuah dokumen. Informasi tersebut, menurut kuasa hukum keluarga, belum pernah dibuktikan secara hukum dan berpotensi menyesatkan penyelidikan.














