Sebab bagi perempuan ini, tugas seorang dewan bukan hanya berdiri di tempat ia dipilih, tetapi hadir di mana rakyat membutuhkan. Karena pengabdian sejati tak pernah mengenal batas, dan kepedulian yang tulus selalu menemukan jalannya sendiri.
Di balik kegiatan itu, ada pemandangan yang menyayat hati. SMPN Forekmodok hingga kini belum memiliki gedung sekolah yang layak. Proses belajar mengajar masih berjalan dalam keterbatasan, bahkan harus bertahan di bangunan yang kondisinya memprihatinkan.
Melihat itu, hati Evi Seran ikut tergerak.
Baginya, sekolah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi rumah bagi cita-cita anak-anak.
Karena itu, ia mendorong kepala sekolah agar segera mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi, terutama sertifikat tanah, sebagai syarat utama pengajuan proposal pembangunan gedung sekolah baru kepada dinas terkait.
“Kalau ingin perubahan, langkah awal harus dimulai dari kesiapan administrasi. Sertifikat tanah harus disiapkan supaya proposal pembangunan bisa diperjuangkan,” tegasnya.














