Sementara itu, anggota Komite SDN Nunfutu, Yohanes Sese Seran, berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi sekolah yang sudah bertahun-tahun mengalami keterbatasan sarana dan prasarana.
“Kami memohon pemerintah melihat kondisi sekolah kami. Anak-anak kami berhak belajar di gedung yang aman dan nyaman. Tolong bangunkan ruang kelas yang layak agar mereka tidak lagi belajar dalam rasa takut setiap kali hujan turun,” pintanya.
Potret SDN Nunfutu menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak di pelosok Kabupaten Malaka yang harus memperjuangkan hak dasar mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak. Di balik semangat para guru mengabdi dan tekad para siswa mengejar cita-cita, mereka masih dihadapkan pada bangunan sekolah yang rapuh, ruang belajar yang sempit, dan fasilitas yang jauh dari memadai. Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah agar segera menghadirkan solusi nyata, sebab setiap anak Indonesia berhak belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan bermartabat tanpa dihantui rasa takut akan keselamatan mereka.














