Guru yang juga merangkap sebagai operator sekolah, Maksimus Nahak, mengatakan kondisi sekolah sudah berulang kali dilaporkan kepada Dinas Pendidikan. Namun hingga kini belum ada program pembangunan yang direalisasikan.
“Dua ruang darurat ini dibangun atas inisiatif orang tua murid. Yang paling berat kalau hujan turun, kami harus menggabungkan kelas sehingga dua guru mengajar dalam satu ruangan. Gedung permanen ini dibangun melalui Program PNPM pada 2014 dan mulai digunakan tahun 2015. Sampai sekarang belum ada satu pun program pembangunan dari dinas,” ungkap Maksimus.
Keluhan juga disampaikan guru PPPK, Yohanes Seran, yang setiap hari menempuh perjalanan dari Boni menuju SDN Nunfutu. Selain mengeluhkan kondisi akses jalan menuju sekolah, ia berharap pemerintah juga membangun rumah dinas atau mess guru agar tenaga pendidik yang berasal dari luar desa memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kami yang tinggal jauh sangat berharap ada mess guru. Selama ini tidak ada tempat menginap sehingga kami mengalami kesulitan, terutama saat cuaca buruk,” katanya.














