Suasana misa berlangsung penuh kekhusyukan. Lantunan doa dan pujian mengiringi pemberkatan Taman Doa Maria Lordes yang kini menjadi simbol harapan baru bagi sekolah tersebut. Kelak, taman doa itu bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi tempat anak-anak belajar bersyukur, memohon kekuatan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak usia dini.
Ketua Komite SDN Sekutren, Jhonisius Mau, memberikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan Kepala Sekolah bersama seluruh guru.
Menurutnya, SDN Sekutren telah menunjukkan bahwa mutu pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberhasilan membentuk karakter dan kehidupan rohani peserta didik.
“Taman Doa Maria Lordes menjadi jembatan untuk memperkuat iman anak-anak. Sebagai Ketua Komite, saya siap mendukung setiap langkah produktif dan setiap inovasi yang dilakukan sekolah demi kemajuan pendidikan. Bagi saya, tidak boleh ada keraguan untuk mendukung masa depan anak-anak,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari salah seorang orang tua murid, Nofri, yang mengaku bangga mempercayakan pendidikan anaknya kepada SDN Sekutren.
Sebagai alumni sekolah tersebut, ia menilai kualitas pendidikan SDN Sekutren telah terbukti melahirkan banyak lulusan yang berhasil di berbagai bidang.














