Situasi ini bukan hanya menghambat proses belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan 16 siswa dan 1 guru yang setiap hari beraktivitas di dalam bangunan tersebut.
Maria berharap ada perhatian serius dan secepatnya dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Kami tidak menuntut banyak, hanya ingin ruang kelas yang aman dan layak. Anak-anak di sini juga warga negara yang berhak mendapat pendidikan yang sama seperti anak-anak di kota,” tutupnya.
Kondisi SD Nekto Kelas Jauh Ninma menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan sektor pendidikan di wilayah pedalaman Malaka. Di tengah berbagai program peningkatan mutu pendidikan nasional, masih ada sekolah negeri yang siswanya harus belajar di bangunan darurat yang nyaris roboh dan berisiko bagi keselamatan.














