Ia menambahkan, saat hujan deras, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dipindahkan ke rumah saya.
“Kalau hujan besar, kami ajak anak-anak belajar di rumah guru. Daripada mereka kehujanan, buku rusak, dan tidak bisa belajar sama sekali,” katanya.
Maria juga mengungkapkan bahwa kondisi sekolah ini sebenarnya sudah pernah disurvei oleh pihak sekolah induk, namun hingga kini belum ada tindak lanjut pembangunan karena masih terkendala administrasi.
“Sudah pernah disurvei oleh sekolah induk, tapi kami diminta untuk membuat proposal. Sampai sekarang masih menunggu proses itu,” ungkapnya.
Lebih ironis lagi, SD Nekto Kelas Jauh Ninma ini merupakan kelas jauh dari SDI Ninma, yang notabene adalah sekolah negeri di bawah naungan pemerintah.
Berdasarkan hasil investigasi wartawan Reformanews.com di lapangan pada Jumat, 6 Februari 2026, kondisi bangunan tersebut benar-benar sudah tidak layak digunakan sebagai ruang belajar. Struktur kayu terlihat rapuh, atap gewang berlubang di banyak bagian, dan dinding bambu sudah tidak kokoh.














