“Kita hidup di era di mana AI tidak lagi sekadar alat, tetapi sudah menjadi mitra berpikir,” ujar William.
Namun, kehadiran teknologi tersebut tidak boleh membuat perguruan tinggi kehilangan orientasi pada pengembangan kemampuan manusia.
Menurut William, keberhasilan pendidikan harus dilihat dari kemampuan mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran, bukan sekadar dari jumlah materi yang telah diberikan.
Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) menjadi salah satu strategi yang dibahas untuk merespons perubahan tersebut.
Melalui OBE, pembelajaran diarahkan pada capaian kompetensi mahasiswa yang dapat diukur dan diterapkan.
Pendekatan tersebut memungkinkan perguruan tinggi menyesuaikan materi dan metode pembelajaran dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dalam era AI, kompetensi yang dibutuhkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis.
Mahasiswa juga membutuhkan kemampuan berpikir kritis, literasi data, komunikasi, pemecahan masalah, kreativitas, dan etika.
Dengan kombinasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan AI tanpa kehilangan kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri.














