Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki semangat kewirausahaan dan inovasi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja.
Melalui program KIP Kuliah, UPG 1945 NTT berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT. Uly menegaskan, pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat dan daerah.
“Jika akses pendidikan terbuka luas, maka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat juga semakin besar,” ujarnya.
Dengan dukungan KIP Kuliah dan kebijakan kampus yang inklusif, UPG 1945 NTT menargetkan semakin banyak anak-anak NTT dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan tinggi dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.














