Kolaborasi Dorong Kuota Beasiswa
Perolehan 400 kuota KIP Kuliah tersebut, menurut Uly, tidak terlepas dari upaya universitas membangun jejaring kerja sama dengan kementerian, lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam memperluas akses pendidikan.
“Semua ini tidak datang secara tiba-tiba. Ada proses perencanaan dan kerja sama yang kami bangun secara konsisten,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jumlah penerima KIP Kuliah di UPG 1945 NTT menjadi salah satu yang terbesar di antara perguruan tinggi swasta di NTT. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Uly juga mengingatkan para mahasiswa penerima KIP Kuliah agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan studi tepat waktu serta mengembangkan kompetensi diri selama masa perkuliahan.
“KIP Kuliah adalah kepercayaan negara. Mahasiswa harus menjawabnya dengan prestasi dan tanggung jawab,” katanya.














