Ia menjelaskan, beasiswa KIP Kuliah mencakup pembiayaan penuh uang kuliah serta bantuan biaya hidup bulanan bagi mahasiswa penerima. Dengan skema tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti proses perkuliahan secara optimal tanpa terbebani persoalan ekonomi.
Uly menegaskan, perluasan akses pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam kepemimpinannya sebagai rektor. Menurut dia, kemajuan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari capaian akademik dan peringkat, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di daerah.
“Target akademik penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan pendidikan tinggi dapat diakses oleh masyarakat yang kurang mampu,” katanya.
Ia menambahkan, rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di NTT masih menjadi tantangan bersama. Faktor ekonomi, jarak, dan keterbatasan informasi kerap menjadi penghambat bagi lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dalam konteks tersebut, UPG 1945 NTT berupaya hadir sebagai kampus yang inklusif dengan membuka ruang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.














