Example floating
Example floating
Opini

Menggugat Kesetaraan Semu Alat Bukti: Urgensi Hierarki Epistemik dalam Peradilan Pidana Indonesia

Avatar photo
×

Menggugat Kesetaraan Semu Alat Bukti: Urgensi Hierarki Epistemik dalam Peradilan Pidana Indonesia

Sebarkan artikel ini
Reporter: amor |  Editor: admin
Menggugat Kesetaraan Semu Alat Bukti: Urgensi Hierarki Epistemik dalam Peradilan Pidana Indonesia

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Yang dimaksud bukanlah hierarki yang menempatkan satu jenis alat bukti secara otomatis lebih tinggi daripada alat bukti lainnya, melainkan suatu gradasi kualitas pembuktian berdasarkan tingkat objektivitas, reliabilitas, autentisitas, independensi, konsistensi, verifiabilitas, serta kemampuan suatu bukti menjelaskan fakta secara ilmiah dan logis.
Alat Bukti Tidak Boleh Disamakan Secara Buta

Baca Juga :  Pers Tidak Perlu Izin Pemda: Kemerdekaan yang Dijamin Undang-Undang

Kesalahan yang kerap muncul dalam praktik peradilan adalah ketika seluruh alat bukti diperlakukan seolah-olah memiliki nilai yang sama hanya karena semuanya diakui sebagai alat bukti yang sah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Padahal, kesaksian manusia dan hasil pemeriksaan forensik lahir dari proses epistemik yang sangat berbeda.
Kesaksian bergantung pada kemampuan manusia untuk melihat, mendengar, mengingat, memahami, lalu menceritakan kembali suatu peristiwa. Setiap tahapan tersebut mengandung potensi kekeliruan.

Baca Juga :  Dari Desa Haliklaran, Kelompok Tani Tunas Kadalak Terus Kembangkan Produk Kelor, Harapkan Dukungan Pemerintah Desa dan Pemda

Sebaliknya, bukti ilmiah—sepanjang diperoleh secara sah, menggunakan metode yang valid, prosedurnya dapat dipertanggungjawabkan, dan integritas barang buktinya terjaga—memiliki tingkat objektivitas yang lebih tinggi.
Karena itu, hakim tidak cukup berhenti pada pertanyaan:

Example floating