Tertinggal satu gol tidak membuat Swiss kehilangan kepercayaan diri. Tim berjuluk Nati itu tetap bermain disiplin dengan organisasi pertahanan yang rapi sembari mengandalkan serangan balik. Kesabaran mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika Dan Ndoye sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Situasi berubah drastis lima menit kemudian. Breel Embolo menerima kartu merah pada menit ke-72 sehingga Swiss harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Meski unggul jumlah pemain, Argentina tetap kesulitan membongkar pertahanan rapat Swiss hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak tambahan waktu, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kedua tim mulai kelelahan, tetapi semangat juang tidak pernah surut. Di momen krusial inilah kualitas individu para pemain Argentina menjadi pembeda.
Pada menit ke-112, Julián Álvarez muncul sebagai pahlawan. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti meluncur deras ke sudut gawang Swiss dan membawa Argentina kembali unggul 2-1.
Swiss terus berjuang meski bermain dengan 10 orang. Namun keberanian mereka menyerang justru membuka ruang di lini belakang.














