Reformanews.Com, Jakartan – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut kedatangan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdoğan, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, dalam rangka kunjungan kenegaraannya. Kunjungan ini menjadi momentum bersejarah untuk mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 75 tahun antara Indonesia dan Turkiye.
Setibanya di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Erdoğan disambut dengan upacara yang sangat terhormat, dimulai dengan iring-iringan pasukan berkuda yang terdiri dari 75 personel, sebagai simbol persahabatan yang sudah lama terjalin. Suasana hangat semakin terasa dengan kehadiran pasukan jajar kehormatan, penampilan drumben Lokananta, dan sorakan gembira dari para pelajar yang turut menyambut.
Presiden Prabowo sendiri menyambut langsung kedatangan Presiden Erdoğan di serambi kanan Istana, dan kedua pemimpin kemudian berjalan menuju tempat penyambutan resmi. Upacara kenegaraan dimulai dengan pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara yang diiringi dengan tembakan meriam salvo sebanyak 21 kali, simbol kehormatan dan ikatan kuat antara Indonesia dan Turkiye.
Setelah upacara, kedua pemimpin negara melakukan inspeksi terhadap pasukan kehormatan yang berjajar rapi di halaman depan Istana Kepresidenan Bogor. Usai inspeksi, Presiden Prabowo memperkenalkan delegasi Indonesia kepada Presiden Erdoğan, yang kemudian membalas dengan memperkenalkan delegasi dari Turkiye.
Agenda berlanjut dengan sesi foto bersama di Ruang Teratai, dan penandatanganan buku tamu kenegaraan. Kedua pemimpin kemudian melakukan pertemuan pribadi (tête-à-tête) untuk membahas lebih dalam tentang kerja sama strategis antara Indonesia dan Turkiye.
Tidak lama setelah itu, Presiden Prabowo dan Presiden Erdoğan menuju Ruang Garuda untuk pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing, yang bertujuan untuk membahas peluang-peluang kemitraan di berbagai sektor. Dalam pengantar pertemuan, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormatnya atas kedatangan Presiden Erdoğan yang bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turkiye.
“Hubungan Indonesia dengan Turkiye sudah terjalin sejak era Kekaisaran Usmani Ottoman, dan ikatan batin di antara kedua negara sangat mendalam,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Kunjungan kenegaraan ini ditutup dengan jamuan santap siang di halaman belakang Istana Bogor, yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo sebagai tanda penghormatan dan simbol persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan Turkiye. Kunjungan ini mempertegas komitmen kedua negara untuk terus mempererat kerja sama dan memperluas hubungan di berbagai sektor strategis.














