Dalam keterangannya kepada media usai peninjauan, Presiden memastikan bahwa stok pangan, khususnya beras, di Bulog Sumba Barat dalam kondisi aman, dengan jumlah mencapai 1.000 ton. “Pasokan tidak ada masalah, tadi saya lihat stoknya kurang lebih 1.000 ton, jadi kondisinya aman,” ujar Presiden.
Program bantuan beras ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras di pasaran dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. “Tujuannya adalah agar harga beras tidak naik karena kita intervensi melalui bantuan pangan berupa beras,” jelas Presiden.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, Pjs Bupati Sumba Barat Flouri Rita Wuisan, serta Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono.














