“Belum ada keputusan, belum ada rapat,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan ada dua hal yang menjadi urgensi penerapan pembatasan BBM subsidi.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Pertama berkaitan dengan pencemaran lingkungan dalam bentuk polusi udara di kota besar terutama di Jakarta.
BBM Subsidi memiliki kandungan oktan rendah membuat proses pembakaran yang tidak sempurna dan dapat memicu emisi gas yang menyebabkan polusi udara.
Kedua, Jokowi ingin agar ada efisiensi pada APBN, khususnya di APBN 2025. Sebab selama ini, BBM bersubsidi banyak sekali disalurkan tapi tidak tepat sasaran. Subsidi yang ditetapkan dengan APBN pun akhirnya bocor.














