Jakarta, ReformaNews – Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan lawatan kenegaraan ke Beijing, China, dan melanjutkan perjalanannya menuju Washington DC, Amerika Serikat pada Ahad (10/11/2024). Prabowo terbang dari Bandara Internasional Capital, Beijing, menuju AS untuk melaksanakan kunjungan resmi sebagai Presiden Indonesia.
Di Beijing, Prabowo diantar oleh Menteri Sumber Daya Air China Li Guoying dan pasukan dari People’s Liberation Army (PLA) di tangga pesawat, sementara dari pihak Indonesia, turut mengantarkan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, Atase Pertahanan KBRI Beijing Brigjen TNI (Mar) Benny P Nadeak, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Putra Prabowo, Didit Hediprasetyo, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga ikut dalam delegasi yang berangkat menuju AS. Pesawat lepas landas pada pukul 14.40 waktu setempat.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Prabowo, mengingat ia akan diterima oleh Presiden AS Joe Biden dan Presiden terpilih Donald Trump.
Hal ini menjadi perjalanan istimewa mengingat sebelumnya Prabowo selalu ditolak masuk ke AS, dengan visanya yang selalu dibatalkan sejak awal dekade 2000.
Baru pada pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2020, Prabowo akhirnya mendapatkan izin masuk AS, setelah menjabat sebagai Menteri Pertahanan.














