Kepala SMP Negeri Numponi yang dikonfirmasi media ini mengakui masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan.
“Kita sudah belanja bahan, tapi belum kita kerjakan. Bahannya masih disimpan di rumah warga,” ujar Kepala Sekolah.
Ia juga menyampaikan bahwa kekurangan pekerjaan tersebut telah diketahui pihak Direktorat Jenderal (Dirjen).
Menurutnya, pihak terkait dari Dirjen bahkan sudah turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang dihubungi media ini melalui telepon dan WhatsApp terkait pekerjaan yang masih tersisa mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kondisi pekerjaan tersebut.
Swakelola dan Anggaran Rp3,25 Miliar Jadi Perhatian
Program revitalisasi SMP Negeri Numponi mencakup pembangunan gedung kantor administrasi, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang UKS, dua unit toilet/WC siswa, enam Ruang Kelas Baru (RKB), serta satu unit Rumah Dinas Guru (RDG).
Seluruh kegiatan tersebut dibiayai melalui bantuan APBN Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp3.257.547.722.
Pelaksanaan dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh P2SP SMP Negeri Numponi, bukan melalui proses tender.














