Tidak hanya itu, instalasi perpipaan atau paralon untuk mengalirkan air ke seluruh toilet siswa juga belum terpasang secara keseluruhan.
Akibatnya, penggunaan salah satu toilet dilakukan dengan memasukkan air dari luar secara manual.
Sejumlah kran yang telah terpasang juga terlihat belum berfungsi.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa bangunan telah digunakan, tetapi sistem pendukung air dan sanitasi belum sepenuhnya selesai.
Tembok Penahan Retak, Sebagian Kembali Roboh
Temuan lain berada di bagian belakang gedung sekolah.
Struktur penahan yang telah dibangun terlihat mengalami keretakan di sejumlah titik. Bahkan, pada bagian tertentu tampak kembali roboh.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, kerusakan tersebut telah terlihat sejak Februari 2026, tidak lama setelah pekerjaan pada bagian tersebut selesai.
Namun hingga Jumat (2/10/2026), kerusakan masih terlihat dan belum diperbaiki.
Karena berada di lingkungan sekolah yang setiap hari digunakan siswa dan tenaga pendidik, kondisi struktur tersebut menjadi bagian yang penting untuk mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait.














