Langkah ini juga dapat membantu pemerintah daerah menentukan skala prioritas pembangunan pendidikan. Sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan, kekurangan fasilitas maupun kebutuhan lainnya dapat dipetakan berdasarkan data yang lebih akurat.
Melkianus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah tiga hari. Pembenahan Dapodik harus terus dilakukan dan diperbarui sesuai perkembangan kondisi sekolah.
Sebab, kebutuhan sekolah dapat berubah. Jumlah siswa berubah, kondisi sarana berubah, bahkan tingkat kerusakan bangunan juga dapat berubah. Karena itu, data pendidikan harus terus hidup dan diperbarui.
Pada akhirnya, Dapodik bukan sekadar angka dan bukan pula sekadar urusan administrasi. Di balik setiap data terdapat sekolah, guru, peserta didik dan kebutuhan pendidikan yang harus diperjuangkan.
Dari data yang benar, pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat. Dari kebijakan yang tepat, pembangunan pendidikan di Malaka diharapkan semakin terarah dan menyentuh kebutuhan nyata sekolah-sekolah di daerah.














