Hukum Kriminal

Kredibilitas Penegakan Hukum TTU Dipertaruhkan, PMKRI Desak Kapolda NTT Evaluasi Kasat Reskrim dalam Kasus Yohanes Naiheli

Reporter: Amor |  Editor: Admin
Kredibilitas Penegakan Hukum TTU Dipertaruhkan, PMKRI Desak Kapolda NTT Evaluasi Kasat Reskrim dalam Kasus Yohanes Naiheli

Meski telah menjalani perawatan intensif, hingga kini korban disebut masih mengalami gangguan pada tangan kirinya akibat luka yang diderita. Kondisi tersebut membuat kasus ini tidak sekadar menjadi catatan kriminal biasa, tetapi juga menyangkut hak korban untuk memperoleh keadilan dan kepastian hukum.

Menurut Yohanes Niko Seran Sakan, dalam perspektif kriminologi, tindak kekerasan yang dilakukan secara berkelompok umumnya tidak muncul secara spontan semata-mata karena konflik individual. Kekerasan kolektif sering kali dipengaruhi oleh dinamika kelompok, konsumsi minuman beralkohol, hilangnya kontrol sosial, hingga keberanian semu yang muncul ketika seseorang bertindak bersama kelompoknya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

“Karena itu, identifikasi terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat menjadi sangat penting untuk mengungkap secara utuh motif, peran masing-masing pihak, serta konstruksi peristiwa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Niko menilai terdapat sejumlah fakta yang seharusnya dapat menjadi pijakan bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap perkara tersebut secara komprehensif. Korban masih hidup dan telah memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian. Lokasi dan waktu kejadian diketahui secara jelas, bahkan korban telah menyebut identitas salah satu orang yang menurut keterangannya berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

Exit mobile version