Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Apresiasi Disertai Kritik: BEM STISIP Fajar Timur Ingatkan Pemkab Belu Jangan Tunggu Tekanan Publik Baru Perbaiki Jalan

Avatar photo
×

Apresiasi Disertai Kritik: BEM STISIP Fajar Timur Ingatkan Pemkab Belu Jangan Tunggu Tekanan Publik Baru Perbaiki Jalan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto  |  Editor: Redaksi
apresiasi-disertai-kritik-bem-stisip-fajar-timur-ingatkan-pemkab-belu-jangan-tunggu-tekanan-publik-baru-perbaiki-jalan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Di sinilah menurut Melfridus pentingnya kepekaan pemerintah dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
Jalan sebagai Urat Nadi Kehidupan
Melfridus menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak boleh dipandang sekadar sebagai proyek fisik atau kegiatan administratif yang tercatat dalam dokumen anggaran.

Bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah perbatasan, jalan merupakan urat nadi kehidupan yang menentukan kelancaran berbagai aktivitas sehari-hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

“Jalan itu bukan sekadar proyek pembangunan di atas kertas. Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika akses rusak dan dibiarkan terlalu lama, maka yang menanggung akibatnya adalah masyarakat kecil yang setiap hari harus melewati jalan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Tergiur Akun Free Fire Murah, Siswi 14 Tahun di Makassar Mengaku Jadi Korban Dugaan Penipuan Online

Kerusakan jalan juga sering kali berdampak pada meningkatnya biaya transportasi. Ketika kendaraan sulit melewati akses yang rusak, biaya pengangkutan barang dan hasil pertanian menjadi lebih mahal. Kondisi ini pada akhirnya menekan pendapatan masyarakat desa.

Baca Juga :  Lima Mantan Caleg Lolos P3K di TTS: Dugaan Manipulasi Data Mencuat!

Bagi petani di wilayah perbatasan Belu, akses jalan yang baik menjadi faktor penting untuk memastikan hasil produksi pertanian dapat dipasarkan dengan lancar.

Example floating