Example floating
Example floating
Ekonomi

Neraca Perdagangan Nusa Tenggara Timur Defisit US$ 0,31 Juta pada Agustus 2024

Avatar photo
×

Neraca Perdagangan Nusa Tenggara Timur Defisit US$ 0,31 Juta pada Agustus 2024

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ayu |  Editor: Redaksi
Screenshot 11

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Reformanews.Com – Pada bulan Agustus 2024, neraca perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan defisit sebesar US$ 0,31 juta. Meskipun ekspor provinsi ini mengalami peningkatan yang signifikan, lonjakan tajam pada nilai impor menyebabkan defisit pada bulan ini. Neraca perdagangan NTT terdiri dari surplus di sektor migas sebesar US$ 0,33 juta, namun defisit di sektor nonmigas mencapai US$ 0,64 juta, yang menjadi penyebab utama defisit total.

Baca Juga :  Babinsa–Kontraktor Kompak, Proyek Koperasi Desa Merah Putih Numponi Ditarget Rampung Mei 2026

Kinerja Ekspor NTT Agustus 2024

Ekspor Provinsi NTT pada bulan Agustus 2024 tercatat mencapai US$ 6,45 juta dengan volume pengiriman sebesar 13.673,95 ton. Peningkatan nilai ekspor ini sebesar 20,37 persen dibandingkan dengan bulan Juli 2024, yang menunjukkan adanya pertumbuhan positif dalam aktivitas perdagangan internasional provinsi ini. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Agustus 2023, nilai ekspor NTT tumbuh lebih besar, yaitu sebesar 35,64 persen.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Komoditas utama yang diekspor dari NTT meliputi produk pertanian, perikanan, dan sumber daya alam lainnya yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa provinsi NTT mampu memperluas jangkauan pasar ekspornya dan mengelola peningkatan produksi komoditas utama yang bernilai tinggi.

Baca Juga :  Koperasi Desa Merah Putih dan Swasti Sari Bersatu! Gubernur NTT: Ini Kunci Kemajuan Ekonomi Rakyat

Kinerja Impor NTT Agustus 2024

Sementara itu, impor NTT pada bulan Agustus 2024 mencapai US$ 6,76 juta dengan volume sebesar 11.432,24 ton. Nilai impor mengalami peningkatan drastis sebesar 3.429,10 persen dibandingkan dengan bulan Juli 2024. Kenaikan tajam ini terutama disebabkan oleh peningkatan permintaan terhadap barang-barang tertentu yang mungkin terkait dengan kebutuhan industri dan pembangunan infrastruktur di provinsi tersebut.

Example floating