Sementara itu, Yoseph Abi selaku pendamping lapangan yang menangani lima desa binaan—Numponi, Botin Maemina, Oenaek, Babulu, dan Babulu Selatan—menjelaskan bahwa program dana pinjaman bergulir ini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
“Melalui kerja sama YMTM dan Caritas Australia, dana pinjaman bergulir ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa binaan, khususnya di Kabupaten Malaka,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa YMTM merupakan lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, dengan cakupan program mulai dari sektor perkebunan hingga peternakan.
Sebagai informasi, Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) nirlaba yang berdiri sejak 12 Agustus 1997 dan berfokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Program yang dijalankan mencakup sistem wanatani (agroforestry) dan pengembangan agrosilvopastoral atau pertanian terpadu, dengan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, kaum muda, dan perempuan.














