Winston menyoroti masih banyaknya potensi atlet bola voli di NTT yang tumbuh dari kampung dan komunitas olahraga, tetapi belum memperoleh ruang untuk tampil secara lebih luas.
Keterbatasan kompetisi dan minimnya publikasi, menurut dia, kerap membuat kemampuan atlet tidak terpantau secara maksimal.
“Banyak atlet hebat lahir di kampung-kampung, tetapi tidak dikenal karena tidak memiliki panggung publikasi. Media bisa menjadi panggung itu,” tegasnya.
Bukan Sekadar Juara dan Hadiah
Bagi PBVSI NTT, SMSI Cup 2026 diharapkan memiliki arti lebih besar daripada sekadar kompetisi.
Winston menegaskan setiap turnamen perlu diarahkan menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet menuju target yang lebih besar, termasuk persiapan NTT menghadapi PON 2028.
Karena itu, perhatian tidak hanya diarahkan kepada tim yang menjadi juara.
Setiap pertandingan, kata dia, harus menjadi ruang untuk melihat siapa pemain muda yang memiliki kemampuan menonjol, berasal dari klub mana, bermain pada posisi apa, dan memiliki potensi untuk dikembangkan.














