“Kami manfaatkan setiap ruang publik untuk menyampaikan pesan ini. Sosialisasi bukan hanya di ruang formal, tetapi juga melalui pertemuan masyarakat, kegiatan keagamaan, hingga momen kebangsaan seperti upacara,” ungkapnya.
Membangun Kesadaran Kolektif
Menurut Polres Malaka, keberhasilan menekan angka kekerasan seksual anak hanya bisa dicapai melalui kerja bersama. Edukasi yang dilakukan di sekolah akan melatih siswa untuk mengenali tanda-tanda pelecehan seksual, sementara sosialisasi di desa akan menumbuhkan kepedulian orang tua dan masyarakat.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap tercipta ruang aman bagi anak-anak. Mereka bukan hanya diberi pengetahuan, tetapi juga rasa percaya diri untuk melindungi diri,” tegas Dominggus.
Ia menambahkan, tujuan utama program ini bukan sekadar menurunkan angka kasus, tetapi membentuk budaya baru di masyarakat: bahwa kekerasan seksual adalah kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi.
Polri Sebagai Mitra Masyarakat
Langkah Polres Malaka ini sejalan dengan visi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Polri bertekad menghadirkan transparansi, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.














