Pencanangan Hari NTT Bertenun
Pada kesempatan ini, Pemerintah Provinsi NTT juga akan mencanangkan tanggal 20 Desember sebagai Hari NTT Bertenun.
“Nantinya, setiap tanggal tersebut, seluruh masyarakat NTT, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga sekolah-sekolah, diwajibkan mengenakan pakaian tenun,” tambahnya.
Selain parade, akan ada pemberian bingkisan untuk 1.700 anak stunting dari keluarga kurang mampu, yang merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah.
Acara ini juga dimeriahkan oleh 51 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memamerkan kerajinan tangan dan olahan pangan lokal, termasuk makanan berbasis sorgum atau jagung Rote.
“Kami ingin mengangkat produk lokal, termasuk memperkenalkan sorgum sebagai pangan alternatif kepada masyarakat,” kata Santi.
Selain itu, panitia juga menggalang donasi untuk korban erupsi Gunung Leotobi melalui platform online dan QR Code dengan tagline donasi minimal Rp66, sesuai peringatan HUT NTT ke-66.
Syukuran dan Hiburan untuk Masyarakat
Acara akan ditutup dengan syukuran yang mengundang masyarakat luas untuk menikmati hiburan dan berbelanja beras bulog murah.














