Example floating
Example floating
Berita

Ketika Waisak Menjadi Gerakan Sosial: Wajah Kepedulian Umat Buddha di Kota Kupang

Avatar photo
×

Ketika Waisak Menjadi Gerakan Sosial: Wajah Kepedulian Umat Buddha di Kota Kupang

Sebarkan artikel ini
ketika-waisak-menjadi-gerakan-sosial-wajah-kepedulian-umat-buddha-di-kota-kupang
Ketika Waisak Menjadi Gerakan Sosial: Wajah Kepedulian Umat Buddha di Kota Kupang

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Donor darah, misalnya, mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Namun darah yang disumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Demikian pula aksi peduli lingkungan.

Kegiatan yang tampak sederhana itu sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Komunitas Literasi Kopi Malaka Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores: Kopi untuk Rasa, Literasi untuk Bangsa

Ketua Permabudhi NTT, Indra Effendy, menjelaskan bahwa tema Waisak tahun ini adalah “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia.”

Menurutnya, menjaga kedamaian tidak cukup dilakukan melalui doa.

Kedamaian harus dibangun melalui kepedulian sosial, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama.

Baca Juga :  Bantah Isu Liar, DPD GMNI NTT Pastikan Proses Delegasi Sesuai Mekanisme

Karena itu, umat Buddha diajak untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Bukan hanya untuk kepentingan komunitasnya sendiri, tetapi juga bagi seluruh warga Kota Kupang.

Semangat itu sejalan dengan identitas Kota Kupang sebagai Kota Kasih.

Baca Juga :  Ketua Panitia RUAC Novita Kiik Pastikan Persiapan Maksimal, Siap Sukseskan Pemilihan Ketua Presidium PMKRI Malaka

Sebuah kota yang tumbuh dari keberagaman dan dibangun oleh semangat persaudaraan.

Dalam acara tersebut hadir tokoh lintas agama, pemerintah daerah, FKUB, serta berbagai organisasi masyarakat.

Example floating