Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa toleransi bukan sekadar slogan.
Ia hidup dalam interaksi sehari-hari masyarakat.
Di tengah berbagai konflik yang masih terjadi di sejumlah daerah, Kupang terus berupaya menunjukkan bahwa kerukunan dapat dirawat melalui kerja sama lintas komunitas.
Waisak tahun ini menjadi salah satu contohnya.
Melalui aksi sosial, umat Buddha menunjukkan bahwa cinta kasih tidak mengenal batas agama maupun kelompok.
Semua orang dapat merasakan manfaatnya.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, kontribusi semacam ini sangat penting.
Pembangunan kota tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.
Diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.
Karena itu, Christian Widodo memberikan apresiasi kepada umat Buddha yang selama ini ikut berkontribusi dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung yang berdiri megah, tetapi juga dari tingkat kepedulian warganya terhadap sesama.
Perayaan Waisak 2570 BE di Kota Kupang membuktikan bahwa agama dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghadirkan perubahan sosial yang positif.














