Example floating
Example floating
Berita

Ketika Waisak Menjadi Gerakan Sosial: Wajah Kepedulian Umat Buddha di Kota Kupang

Avatar photo
×

Ketika Waisak Menjadi Gerakan Sosial: Wajah Kepedulian Umat Buddha di Kota Kupang

Sebarkan artikel ini
ketika-waisak-menjadi-gerakan-sosial-wajah-kepedulian-umat-buddha-di-kota-kupang
Ketika Waisak Menjadi Gerakan Sosial: Wajah Kepedulian Umat Buddha di Kota Kupang

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa toleransi bukan sekadar slogan.

Ia hidup dalam interaksi sehari-hari masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Di tengah berbagai konflik yang masih terjadi di sejumlah daerah, Kupang terus berupaya menunjukkan bahwa kerukunan dapat dirawat melalui kerja sama lintas komunitas.

Baca Juga :  Antrean Panjang BBM di Belu Disorot, PMKRI Minta DPRD dan Kepolisian Perkuat Pengawasan

Waisak tahun ini menjadi salah satu contohnya.

Melalui aksi sosial, umat Buddha menunjukkan bahwa cinta kasih tidak mengenal batas agama maupun kelompok.

Semua orang dapat merasakan manfaatnya.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, kontribusi semacam ini sangat penting.

Baca Juga :  Persoalan PIR, HMS: Saya Tidak Mau Rakyat Mengeluh, Saya Ada di Pihak Rakyat

Pembangunan kota tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

Diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.

Karena itu, Christian Widodo memberikan apresiasi kepada umat Buddha yang selama ini ikut berkontribusi dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Luapan Kali Baukama Hancurkan Sawah Warga Bauho, Petani Terancam Gagal Panen

Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung yang berdiri megah, tetapi juga dari tingkat kepedulian warganya terhadap sesama.

Perayaan Waisak 2570 BE di Kota Kupang membuktikan bahwa agama dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghadirkan perubahan sosial yang positif.

Example floating