Roki menambahkan, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.
Meski dilakukan dengan peralatan dan material yang terbatas, warga berharap langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya yang dilakukan masyarakat hanyalah solusi sementara. Penanganan permanen tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah agar kondisi jalan dapat kembali layak dan aman dilalui.
“Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Belu bisa segera turun melihat kondisi jalan ini dan melakukan perbaikan secara permanen. Apa yang kami lakukan ini hanya langkah sementara,” tegasnya.
Sejumlah warga yang ikut dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan harapan serupa. Mereka menilai kondisi infrastruktur jalan di beberapa wilayah pedesaan masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, mengingat jalan merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.
Aksi swadaya yang dilakukan pemuda dan warga dua desa ini sekaligus menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat di tingkat akar rumput sering kali harus bergerak sendiri untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang belum tertangani secara maksimal oleh pemerintah.














