Example floating
Example floating
Berita

HUT ke-66 NTT: Yayasan PIKUL Serukan Aksi Nyata untuk Keadilan Iklim dan Ketahanan Pangan

Avatar photo
×

HUT ke-66 NTT: Yayasan PIKUL Serukan Aksi Nyata untuk Keadilan Iklim dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Yoseph Bataona |  Editor: Redaksi
TALAS

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Namun, tantangan perubahan iklim semakin memperburuk kerentanan sosial dan ekonomi. Berdasarkan laporan Yayasan PIKUL, prevalensi ketidakcukupan pangan di NTT mencapai 13,74%, jauh di atas rata-rata nasional. Selain itu, defisit beras sebesar 125.390 ton pada triwulan pertama 2024 menunjukkan ketergantungan NTT terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Baca Juga :  Panen Perdana, Tekad Pertama: Membaca Arah Kepemimpinan Baru Kabupaten Kupang

Pentingnya Keadilan Iklim dan Adaptasi Berkeadilan

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Yayasan PIKUL menyerukan agar pemerintah daerah memberikan prioritas pada keadilan iklim. Hal ini mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, perlindungan ekosistem penting, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Baca Juga :  Radja Yohanes Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur, Dukung Program Bupati SBS–HMS!

“Keadilan iklim adalah kunci untuk melindungi kelompok rentan di NTT. Adaptasi harus dilakukan dengan pendekatan inklusif, melibatkan masyarakat dalam perencanaan hingga implementasi kebijakan,” ujar Torry Kuswardono.

Ketahanan Pangan Berbasis Pangan Lokal

Baca Juga :  Peringatan Dini Cuaca Untuk Wilayah NTT 29 September Sampai Dengan 01 Oktober 2024

Dalam upaya mencapai ketahanan pangan berkelanjutan, Yayasan PIKUL mendorong pengembangan dan pemanfaatan pangan lokal. Penelitian mereka menunjukkan bahwa NTT memiliki 36 jenis sumber pangan lokal, seperti jagung, sorgum, keladi, dan ubi jalar, yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Example floating