Akibat kondisi itu, berbagai persoalan mulai bermunculan. Genangan air tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan keluarga. Air yang bertahan dalam waktu lama berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah (DBD), mempercepat kerusakan pondasi rumah, serta menyulitkan anak-anak maupun lanjut usia saat beraktivitas. Warga mengaku setiap kali hujan turun, mereka selalu dihantui rasa cemas karena ketinggian air dapat meningkat dan masuk ke dalam rumah.
Karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Malaka melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta membuka kembali saluran yang tertutup atau membangun drainase yang memadai. Menurut mereka, persoalan ini tidak membutuhkan janji panjang, melainkan tindakan nyata agar air kembali memiliki jalur pembuangan.
“Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya ingin air ini bisa keluar supaya kami bisa hidup normal dan tidak terus-menerus tinggal di tengah genangan,” harap Doni.














