“Kami seperti dilupakan. Jalan ini sudah lama rusak, tapi belum ada perubahan berarti,” ujarnya dengan nada kecewa.
Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya, Marsel Bau, yang juga menghubungi media ini melalui pesan WhatsApp pada tanggal yang sama. Ia menilai bahwa pembangunan belum merata dan masyarakat masih hidup dalam keterbatasan.
“Kami tetap terisolasi di daerah sendiri. Sampai sekarang, akses jalan, listrik, dan air bersih masih jadi persoalan utama,” katanya.
Kondisi ini menambah beban hidup masyarakat yang setiap hari harus berjuang di tengah keterbatasan. Ketiadaan infrastruktur dasar seperti jalan yang layak, jaringan listrik, serta akses air bersih menjadi cerminan bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Di usia kemerdekaan bangsa yang telah memasuki lebih dari delapan dekade, harapan masyarakat sederhana: mereka ingin merasakan hak yang sama seperti warga lainnya—akses yang layak, kehidupan yang lebih baik, dan perhatian yang nyata.














