“Inovasi ini Saya rancang agar seluruh proses pembangunan jalan dan jembatan dapat terintegrasi dalam satu sistem. Dengan demikian, proses perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan menjadi lebih efektif sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Lorens.
Lebih dari sekadar memenuhi tuntutan proyek perubahan, Lorens menegaskan bahwa SIJAMA Terintegrasi lahir sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kepercayaan yang diberikan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) kepada dirinya untuk memimpin Dinas PUPR Kabupaten Malaka.
Menurutnya, kepercayaan dari pimpinan daerah tidak boleh dijawab dengan rutinitas birokrasi semata, tetapi harus diwujudkan melalui terobosan yang mampu mempercepat pelayanan publik dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Atas kepercayaan yang diberikan Bapak Bupati SBS dan Bapak Wakil Bupati HMS kepada saya, tentu saya harus melakukan sesuatu yang membawa perubahan. Karena itu, SIJAMA Terintegrasi saya hadirkan sebagai inovasi untuk mendukung percepatan pembangunan serta memastikan setiap program infrastruktur berjalan lebih efektif, terukur, transparan, dan tepat sasaran,” kata Lorens.














