Monika memilih bertahan. Ia percaya bahwa pengorbanannya suatu hari akan dihargai.
Dan hari itu akhirnya datang. Setelah penantian panjang, melalui proses seleksi yang menguras energi dan biaya, nama Monika tercatat sebagai salah satu penerima SK PPPK 2025. Ia diberi amanah sebagai Guru BK PPPK Provinsi NTT—status yang memberikan kepastian kerja, tunjangan, dan martabat sebagai ASN.
Namun di balik kebahagiaan itu, tersimpan rasa syukur mendalam kepada pemerintah. Monika menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada Gubernur NTT.
“Terima kasih Bapak Gubernur… Ini bukan hanya SK, tapi hadiah untuk orangtua saya yang sudah bekerja keras tanpa lelah,” ujarnya.
Monika bercerita, SK itu bukan hanya dokumen, melainkan simbol dari perjalanan spiritual, sosial, dan emosional yang panjang.
Ketika ditanya tentang apa arti pengangkatan ini baginya, Monika tidak berbicara soal gaji atau stabilitas ekonomi terlebih dahulu. Ia justru menegaskan hal berbeda:
“Ini bukan soal gaji saja. Ini soal dedikasi, loyalitas, dan pengabdian untuk anak-anak di negeri ini. Saya ingin membuktikan bahwa perjuangan guru tidak pernah sia-sia.”














