Example floating
Example floating
Berita

Dari Lontar ke Ruang Kelas: Perjalanan Sunyi Monika S. Molo, S.Pd Menuju PPPK Tahap II NTT

Avatar photo
×

Dari Lontar ke Ruang Kelas: Perjalanan Sunyi Monika S. Molo, S.Pd Menuju PPPK Tahap II NTT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Alfons |  Editor: Redaksi
dari-lontar-ke-ruang-kelas-perjalanan-sunyi-monika-s-molo-s-pd-menuju-pppk-tahap-ii-ntt
Dari Lontar ke Ruang Kelas: Perjalanan Sunyi Monika S. Molo, S.Pd Menuju PPPK Tahap II NTT

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Monika lahir dan besar di Dusun Man Mana, Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, sebuah wilayah yang dipenuhi hamparan lontar dan ladang kering. Ayah dan ibunya adalah petani sederhana yang mengandalkan irisan lontar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap tetes dari pohon lontar bukan sekadar minuman atau gula lempeng—itu adalah biaya sekolah, ongkos hidup, dan modal masa depan.

Baca Juga :  Swasembada Pangan Dideklarasikan, Pimpinan NTT Hadir Menguatkan Komitmen Nasional

Bagi Monika, pendidikan adalah kemewahan. Ia ingat bagaimana ibunya sering menyimpan senyum ketika uang registrasi kuliah terlambat dibayar. Kadang ia harus menahan lapar demi menghemat biaya transportasi. Kadang ia pulang menumpang truk pengangkut hasil kebun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

“Saya selalu bilang ke diri sendiri: kalau berhenti, siapa yang mau mengubah hidup saya?” kenangnya.

Baca Juga :  Mantan Ketua FOSMAB Kupang Soroti Dugaan “Permainan Senyap” di Desa Loonuna: Hak Rakyat Diduga Disunat

Saat teman-temannya memilih jurusan yang dianggap “lebih menjanjikan”, Monika justru memilih jalur pendidikan. Ia ingin menjadi guru—bukan karena gajinya, tetapi karena ia masih percaya ada nilai yang lebih besar dari materi: mengubah anak-anak menjadi manusia yang lebih baik.

Example floating