Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Marselus Seran, mengatakan bahwa penurunan Dana Desa merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus diterima oleh seluruh desa. Meski demikian, ia menilai situasi ini sebagai tantangan sekaligus pembelajaran bagi desa.
“Penurunan Dana Desa adalah aturan dari pusat. Kami tetap bersyukur karena Dana Desa masih ada, meskipun jumlahnya menurun. Kondisi ini memaksa kami untuk lebih inovatif dan kreatif,” ujar Marselus kepada Reformanews.com, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, realitas anggaran yang menyusut justru melatih desa untuk tidak sepenuhnya bergantung pada Dana Desa. Pemerintah desa, katanya, mulai didorong untuk mengembangkan potensi lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Secara tidak langsung, kami dilatih untuk menjadi desa mandiri. Kalau suatu saat Dana Desa benar-benar dihilangkan, desa sudah siap secara mental dan perencanaan,” tegasnya.
Marselus menambahkan, dengan keterbatasan dana, pembangunan desa kini harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan paling mendesak dan prioritas, bukan lagi sekadar pemerataan proyek fisik.














